Tampilkan postingan dengan label Surah Al-Waqi'ah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surah Al-Waqi'ah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 September 2011

Surah Al-Waqi'ah








 Surah 56, Surah al-Waqi’ah (Hari Kiamat) : 96 ayat.
Bismillahi al-Rahman al-Rahim (Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani).

56-1:  Apabila berlaku  peristiwa yang besar.
56-2:  Berlakunya itu tidak dapat didustakan.
56-3:  Merendahkan dan meninggikan.
56-4:  Apabila bumi digoncangkan dengan sebenar goncangan.
56-5:  Dan dihancurkan gunung-gunung sehancur-hancurnya. 
56-6:  Maka jadilah ia debu yang berterbangan. 
56-7:  Dan kamu menjadi tiga golongan. 
56-8:  Golongan kanan, siapakah golongan kanan itu?
56-9:  Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?
56-10:  Dan orang yang paling dahulu, yang paling dahulu. 


56-11:  Mereka itulah “muqarrabun” (orang yang didekatkan).
56-12:  Di dalam Syurga Na’im (kenikmatan). 

56-13:  Segolongan besar daripada orang yang terdahulu. 
56-14:  Dan segolongan kecil daripada orang yang kemudian.
56-15:  Di atas bangku bertatahkan emas dan permata. 
56-16:  Mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan.
56-17:  Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap. 
56-18:  Dengan cawan-cawan, dan cerek-cerek, dan piala-piala daripada air yang mengalir. 
56-19:  Mereka tidak pening kerananya dan tidak pula mabuk. 
56-20:  Dan buah-buahan daripada apa yang mereka pilih. 


56-21:  Dan daging burung daripada apa yang mereka inginkan.
56-22:  Dan bidadari bermata jelita. 
56-23:  Laksana mutiara yang tersimpan baik. 
56-24:  Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
56-25:  Mereka tidak mendengar di dalamnya yang sia-sia, dan tidak yang menimbulkan dosa. 
56-26:  Kecuali ucapan salam, salam.

56-27:  Dan golongan kanan, siapakah golongan kanan itu?
56-28:  Di antara pohon bidara yang tidak berduri. 
56-29:  Dan pohon pisang yang bersusun-susun. 
56-30:  Dan naungan yang terbentang luas. 
56-31:  Dan air yang tercurah. 
56-32:  Dan buah-buahan yang banyak. 
56-33:  Yang tidak terputus dan tidak terlarang. 
56-34:  Dan hamparan yang ditinggikan. 
56-35:  Sesungguhnya Kami (Allah) menciptakan mereka (bidadari) dengan kejadian (istimewa). 
56-36:  Dan Kami (Allah) jadikan mereka sentiasa perawan. 
56-37:  Penuh kasih sayang lagi sebaya. 
56-38:  Untuk golongan kanan. 
56-39:  Segolongan besar daripada orang yang terdahulu. 
56-40:  Dan segolongan besar pula daripada orang yang kemudian.

 
56-41:  Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?
56-42:  Dalam angin panas dan air panas. 
56-43:  Dan naungan daripada asap yang hitam. 
56-44:  Tidak sejuk dan tidak menyenangkan. 
56-45:  Sesungguhnya mereka sebelum itu dalam kemewahan.
56-46:  Dan mereka berterusan atas dosa yang besar.
56-47:  Dan mereka mengatakan: "Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan?” 
56-48:  “Atau apakah bapa-bapa kami yang terdahulu?"
56-49:  Katakanlah: "Sesungguhnya orang yang terdahulu dan orang yang terkemudian.” 


56-50:  Sesungguhnya akan dikumpulkan di waktu hari yang termaklum (ditentukan).
56-51:  Kemudian sesungguhnya kamu wahai orang yang sesat lagi mendustakan. 
56-52:  Pasti akan memakan daripada pohon zaqqum. 
56-53:  Dan akan memenuhi perut kamu dengannya. 
56-54:  Maka akan meminum air yang sangat panas.
56-55:  Maka akan meminum (seperti) minumnya unta.
56-56:  Itulah hidangan untuk mereka pada hari al-din (pembalasan).

56-57:  Kami (Allah) telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan? 
56-58:  Maka apakah kamu perhatikan nuthfah (air mani) yang kamu pancarkan.
56-59:  Adakah kamu yang menciptakannya, atau Kami (Allah) yang menciptakannya?
56-60:  Kami (Allah) menentukan kematian antara kamu, dan Kami (Allah) tidak dapat dikalahkan. 


56-61:  Untuk menggantikan kamu dengan orang yang seperti kamu, dan menciptakan kamu dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
56-62:  Dan sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah   kamu tidak mengambil peringatan? 
56-63:  Maka apakah kamu perhatikan apa yang kamu tanam?
56-64:  Adakah kamu yang menumbuhkannya atau Kami (Allah) yang menumbuhkannya?
56-65:  Kalau Kami (Allah) kehendaki, nescaya Kami (Allah) jadikannya kering, maka jadilah kamu tercengang-cengang.
56-66:  (Sambil berkata): "Sesungguhnya kami menanggung hutang.” 
56-67:  “Bahkan kami tidak mendapat hasil apa-apa."

56-68:  Maka adakah kamu perhatikan air yang kamu minum?
56-69:  Adakah kamu yang menurunkannya dari awan atau Kami (Allah) yang menurunkan?
56-70:  Kalau Kami (Allah) kehendaki, nescaya Kami (Allah) jadikannya masin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur? 


56-71:  Maka adakah kamu perhatikan api yang kamu? 
56-72:  Adakah kamu yang menumbuhkan kayu itu atau Kami (Allah) yang menjadikan?
56-73:  Kami (Allah) menjadikannya peringatan dan kesenangan bagi musafir. 
56-74:  Maka bertasbihlah dengan nama Rab (Tuhan) engkau al-‘Adzim (Yang Maha Besar).
56-75:  Maka Aku (Allah) bersumpah dengan tempat peredaran bintang-bintang.
56-76:  Dan sesungguhnya ia itu kalau kamu mengetahui, adalah sumpah yang besar.
56-77:  Sesungguhnya ia adalah al-Qur’an mulia. 
56-78:  Dalam kitab yang terpelihara. 
56-79:  Tidak menyentuhnya kecuali orang yang disucikan. 


56-80:  Diturunkan daripada Rab (Tuhan) sekalian alam. 

56-81:  Maka apakah dengan berita ini kamu memandang enteng? 
56-82: Kamu menjadikan rezeki kamu dengan mendustakan itu?
56-83:  Maka mengapa tidak, tatkala sampai di kerongkong? 
56-84:  Dan kamu ketika itu melihat? 
56-85:  Dan Kami (Allah) lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat. 
56-86:  Maka mengapa tidak, jika kamu tidak dikuasai?
56-87:  Kamu mengembalikannya jika kamu adalah orang yang benar? 
56-88:  Maka adapun jika dia (orang yang mati) daripada muqarrabin (orang yang didekatkan). 
56-89:  Maka kesenangan, dan kepuasan serta syurga Na’im (kenikmatan).
56-90:  Dan adapun jika dia daripada golongan kanan. 

56-91:  Maka keselamatan bagi kamu yang daripada golongan kanan. 
56-92:  Dan adapun jika dia daripada orang yang mendustakan lagi sesat.   
56-93:  Maka hidangan air yang mendidih.   
56-94:  Dan dimasukkan ke dalam Neraka Jahim.  
56-95:  Sesungguhnya ini adalah suatu “haqqul-yaqin” (keyakinan yang sebenarnya).  
56-96:  Maka bertasbihlah dengan nama Rab (Tuhan) engkau al-‘Adzim (Yang Maha Besar).





 
Sumber : Al-Quran

Keutamaan Surat Al-Waqi’ah

Ubay bin Ka’b berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Wâqi’ah, ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya.” .” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam Jum’at, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia; surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqi’ah; dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).

Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama.” (Tsawabul A’mal, halaman 117).

Doa Pembuka Rejeki: Surat Al-Waqi’ah

 

Surat Al-Waqi’ah adalah salah satu yang dikenal sebagai surat penuh berkah. Keberkahannya mampu melenyapkan kemiskinan dan mendatangkan rejeki bagi siapa saja yang membacanya dengan rutin.

Dalam beberapa riwayat, diungkapkan bahwa Rosulullah bersabda:
  1. Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, maka kemiskinan tidak akan menimpa dirinya untuk selamanya
  2. Surat Al-Waqi’ah adalah surat kekayaan, maka bacalah surat itu dan ajarkan kepada anak-anak kalian
  3. Ajarkanlah istri kalian surat Al-Waqi’ah, karena sesungguhnya surat itu adalah surat kekayaan.
Dengan melihat kedudukan surat Al-Waqiah yang sedemikian besar khasiatnya untuk mendatangkan rejeki bagi kita, marilah mulai sekarang membacanya secara rutin setiap hari atau setiap malam. Karena memang surat itu penuh berkah dan mengundang kekayaan serta mengusir kemiskinan bagi siapa saja yang mau secara rutin membacanya.

Benarkah surat al waqi'ah dapat mempermudah mendatangkan rezeki ?

Imam Baihaqi meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud berkata,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan.”

Ibnu Katsir didalam mengawali penafsirannya tentang surat al Waqi’ah mengatakan bahwa Abu Ishaq mengatakan dari Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata : Abu Bakar berkata,”Wahai Rasulullah saw tampak dirimu telah beruban.” Beliau bersabda,”Yang (membuatku) beruban adalah surat Huud, al Waqi’ah, al Mursalat, عما يتساءلون (An Naba’, pen) dan إذا الشمس كورت.” Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dia berkata : ia adalah hasan ghorib.

Beliau mengatakan bahwa Al Hafizh Ibnu ‘Asakir didalam menerjemahkan Abdullah bin Mas’ud dengan sanadnya kepada Amr bin ar Robi’ bin Thariq al Mishriy : as Surriy bin Yahya asy Syaibaniy bercerita kepada kami dari Syuja’ dari Abu Zhobiyah berkata ketika Abdullah (bin Mas’ud) menderita sakit, ia dijenguk oleh Utsman bin ‘Affan dan bertanya,”Apa yang kau rasakan?” Abdullah berkata,”Dosa-dosaku.” Utsman bertanya,”Apa yang engkau inginkan?” Abdullah menjawab,”Rahmat Tuhanku.” Utsman berkata,”Apakah aku datangkan dokter untukmu.” Abdullah menjawab,”Dokter membuatku sakit.” Utsman berkata,”Apakah aku datangkan kepadamu pemberian?” Abdullah menjawab,”Aku tidak membutuhkannya.” Utsman berkata,”(Mungkin) untuk putri-putrimu sepeningalmu.” Abdullah menjawab,”Apakah engkau mengkhawairkan kemiskinan menimpa putri-putriku? Sesungguhnya aku telah memerintahkan putri-putriku membaca surat al Waqi’ah setiap malam. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.”

Lalu Ibnu ‘Asakir mengatakan : begitulah dia mengatakan. Yang betul : dari Syuja’, sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Wahab dari Surriy. Abdullah bin Wahab berkata bahwa as Surriy bin Yahya telah memberitahuku bahwa Syuja’ telah bercerita kepadanya dari Abi Zhobiyah dari Abdullah bin Mas’ud dia berkata,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.” Dan Abu Zhobiyah pun tidak pernah meninggalkan dari membacanya.

Demikian pula Abu Ya’la meriwayatkan dari Ishaq bin Ibrahim dari Muhammad bin Munib dari as Surriy bin Yahya dari Syuja’ dari Abi Zhobiyah dari Ibnu Mas’ud. Kemudian Ishaq bin Abi Israil dari Muhammad dari Munib al ‘Adaniy dari as Surriy bin Yahya dari Abi Zhobiyah dari Ibnu Mas’ud bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.”, didalam sanadnya tidak disebutkan Syuja’. Ibnu Mas’ud mengatakan,”Sungguh aku telah memerintahkan putriku membacanya setiap malam.”

Ibnu ‘Asakir juga meriwayatkan dari hadits Hajjaj bin Nashir dan Utsman bin al Yaman dari as Sirriy bin Yahya dari Syuja’ dari Abu Fathimah berkata,”Abdullah mengalami sakit lalu Utsman bin ‘Affan datang mengunjunginya dan disebutkan hadits panjang ini. Utsman bin al Yaman berkata,”Abu Fathimah adalah hamba sahaya dari Ali bin Abu Thalib. (Tafsir al Quranil Azhim juz VII hal 512 – 513)

Tentang hadits diatas, Syeikh Al Bani mengatakan didalam kitab “Silsilatul Ahadits adh Dhaifah” /457 bahwa hadits itu dhoif.
Para ulama, seperti Ahmad, Abu Hatim, anaknya, Daruquthni, Baihaqi dan yang lainnya telah bersepakat bahwa hadits tersebut adalah lemah.
Begitupula dengan hadits yang diriwayatkan oleh ad Dailamiy dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Surat al Waqi’ah adalah surat kekayaan maka bacalah dan ajarkanlah ia kepada anak-anakmu.” Hadits ini pun dinyatakan lemah oleh Al Banni didalam “Silsilah adh Dhaifah wal Maudhu’ah” (8/337)

Saat ditanya tentang hadits “Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan.selama-lamanya”, Syeikh Ibn Baaz mengatakan bahwa kami tidak mengetahui adanya jalan yang shahih bagi hadits ini… Akan tetapi (dibolehkan) membaca Al Qur’an yang dengan bacaannya menginginkan tafaaqquh (pemahaman) didalam agama dan mendapatkan berbagai kebaikan, karena Rasulullah saw bersabda,”Bacalah oleh kalian al Qur’an. Sesungguhnya Al Qur’an akan memberikan syafaat bagi para pemiliknya (orang-orang yang suka membacanya, pen) pada hari kiamat.”. Beliau saw juga bersabda,”Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan sama dengan sepuluh kebaikan.” Hendaklah seseorang membaca al Qur’an karena keutamaan membacanya dan untuk mendapatkan berbagai kebaikan bukan untuk mendapatkan dunia.” 


(http://www.binbaz.org.sa)